Translate

Kumpulan Hal-hal yang Menarik..... Menurut si Owner Web ^_^

Selasa, Agustus 25, 2026

Pentingnya Sunscreen: Dulu Aku Nggak Peduli, Sekarang Malah Nggak Bisa Keluar Tanpa Sunscreen

Cerita Jujur Perjalanan Hunting Sunscreen, Tips Praktis Re-apply, dan Alasan Kenapa Sekarang Aku Nggak Bisa Lepas Darinya

Jujur, sebelumnya aku bukan orang yang terlalu mementingkan sunscreen.

Bahkan kalau dipikir-pikir, selama masa sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, kuliah, sampai kerja, aku hampir nggak pernah rutin pakai sunscreen. 😭

Skincare yang paling sering kupakai paling cuma moisturizer dan EVOO. Udah, itu aja.

Tapi makin ke sini, aku mulai merasa matahari tuh makin nggak santai.

Apalagi akhir-akhir ini panasnya poll banget. Baru jam 7 pagi saja rasanya matahari sudah menyengat. Kalau keluar rumah tanpa perlindungan, kulit terasa seperti kena panas langsung, bahkan kadang sampai terasa cekit-cekit.

Dari situlah aku mulai berpikir,

“Kayaknya aku harus mulai serius pakai sunscreen deh.”

Mulai Hunting Sunscreen

Akhirnya sekitar setahun yang lalu, tepatnya tahun 2025, aku mulai berusaha rutin menggunakan sunscreen.

Dan ternyata menemukan sunscreen yang cocok itu nggak semudah yang kukira. 😭

Aku mulai hunting dari sunscreen yang harganya paling murah. Kalau ternyata kurang cocok di wajah, aku coba pakai untuk kaki atau tangan. Kemudian aku mulai mencari sunscreen dengan kisaran harga yang sedikit lebih tinggi.

Jadi kalau sunscreen murahnya gagal di wajah, bukan berarti langsung terbuang.

Turun kasta aja jadi sunscreen badan. Wkwkwk.

Tapi memang, untukku yang paling susah itu menemukan sunscreen yang cocok untuk wajah.

Karena kalau nggak cocok, bukannya kulit jadi enak malah bisa terasa nggak nyaman, kasar, gradakan, atau bahkan jerawat.

Jadi prinsipku sekarang:

Cari yang cocok buat wajah dulu. Urusan badan belakangan.

Kenapa Aku Memilih SPF 30-an?

Aku sendiri nggak terlalu mengejar sunscreen dengan SPF tinggi sampai SPF 50 atau lebih.

Untuk pemakaian sehari-hari, aku lebih nyaman dengan SPF 30-an.

Bukan berarti SPF 50 nggak bagus, ya. Hanya saja, selama ini aku merasa sunscreen SPF 50 biasanya terasa lebih “berat” di kulit, sementara aku lebih suka sunscreen yang nyaman dipakai dan nggak bikin wajah terasa penuh.

Dan ternyata, secara angka, perbedaannya memang nggak sebesar yang mungkin kita bayangkan.

Menurut American Academy of Dermatology, sunscreen SPF 30 dapat memblokir sekitar 97% sinar UVB, sedangkan SPF 50 berada di sekitar 98%. Jadi memang ada peningkatan perlindungan, tetapi bukan berarti SPF 50 memberikan perlindungan dua kali lipat dibanding SPF 30.

Makanya buatku, SPF 30-an sudah cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari, selama dipakai dengan benar dan cukup.

Yang penting juga bukan cuma angka SPF. Pilih sunscreen yang memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB, serta sesuaikan dengan kebutuhan kulit dan aktivitas kita. Dermatologis umumnya merekomendasikan sunscreen minimal SPF 30.

Setelah Rutin Pakai Sunscreen, Aku Baru Merasakan Bedanya

Nah, ini bagian yang paling bikin aku sadar bahwa sunscreen ternyata memang penting.

Setelah rutin pakai sunscreen, aku merasa paparan matahari jadi nggak terlalu “galak” ke kulit.

Kalau sebelumnya kena matahari rasanya panas menyengat dan kadang seperti cekit-cekit, setelah pakai sunscreen rasanya jauh lebih nyaman.

Seperti ada lapisan perlindungan tambahan di kulit.

Memang, ini pengalaman yang aku rasakan sendiri, bukan berarti sunscreen membuat matahari benar-benar jadi nggak panas. 😆

Tapi setidaknya, kulitku terasa lebih terlindungi dan nggak seperti langsung menerima sengatan matahari begitu saja.

Buatku yang penting tuh nggak menyengat seperti terbakar.

Dan ternyata sunscreen memang bukan cuma soal mencegah kulit gosong atau tanning. Perlindungan dari sinar matahari juga membantu mengurangi risiko sunburn, penuaan dini, dan kerusakan kulit akibat paparan UV.

Jangan Lupa Re-Apply

Nah, ini juga yang kadang suka dilupakan.

Pakai sunscreen sekali di pagi hari bukan berarti perlindungannya bertahan seharian penuh.

Untuk aktivitas di luar ruangan, sunscreen umumnya perlu diaplikasikan ulang sekitar setiap dua jam, dan lebih cepat kalau banyak berkeringat atau setelah berenang.

Masalahnya...

Mana sempat re-apply tiap dua jam?! 😂

Apalagi kalau lagi sibuk atau nggak terus-terusan berada di luar rumah.

Jadi kalau aku sedang keluar rumah, biasanya aku punya cara sendiri supaya lebih gampang mengingatnya: re-apply setelah shalat.

Lebih gampang diingat karena sudah punya patokan waktunya.

Jadi nggak perlu terus-terusan mikir, “Eh, sudah dua jam belum, ya?”

Kalau sudah selesai shalat dan memang masih akan beraktivitas di luar, tinggal ingat sunscreen lagi.

Simple. 😎

Sunscreen yang Sekarang Cocok Buatku

Setelah beberapa kali mencoba berbagai produk, akhirnya sekarang aku punya dua sunscreen yang cukup cocok dan sering kupakai.

Bfree Kids Sunscreen Lotion SPF 30+

Lucunya, sunscreen pertama yang menurutku cukup oke justru Bfree Kids Sunscreen Lotion SPF 30+.

Waktu itu aku sengaja memilih sunscreen anak-anak karena menurutku produk yang memang ditujukan untuk anak biasanya lebih skin-friendly, terutama untuk kulit yang sensitif.

Dan ternyata memang cocok di kulitku.

Petunjuk pemakaiannya juga memang untuk digunakan pada seluruh bagian kulit yang terbuka, jadi praktis banget. Bisa dipakai di tangan, kaki, dan wajah.

Makanya sampai sekarang Bfree ini justru yang paling sering kubawa ke mana-mana.

Satu sunscreen bisa dipakai untuk berbagai bagian tubuh. Nggak perlu bawa banyak produk.

Tapi tentu saja bukan berarti Bfree punya kekurangan.

Buatku, masalahnya cuma satu: Kurang cepat meresap.

Terutama kalau dipakai di wajah, aku merasa butuh waktu lebih lama sampai benar-benar meresap..

Karena aku pengennya sunscreen wajah yang lebih cepat meresap dan terasa ringan, akhirnya aku tetap hunting sunscreen lain.

Azarine Cicamide Barrier Sunscreen Moisturiser SPF 35 PA+++

Dan akhirnya aku ketemu Azarine Cicamide Barrier Sunscreen Moisturiser SPF 35 PA+++.

Nah, yang ini ternyata lebih sesuai dengan preferensiku untuk wajah.

Teksturnya terasa lebih nyaman dan lebih cepat meresap di kulit wajahku dibanding Bfree.

Jadi sekarang penggunaannya kurang lebih seperti ini:

Bfree buat praktis dibawa ke mana-mana, sedangkan Azarine lebih sering kupakai untuk wajah.

Setelah beberapa kali mencoba sunscreen, akhirnya aku jadi paham bahwa mencari sunscreen itu bukan cuma soal mencari yang “bagus”, tapi juga mencari yang cocok dengan kebutuhan dan kenyamanan kulit kita sendiri.

Ternyata Aku Lebih Cocok dengan Ceramide

Selain soal tekstur, ternyata aku juga mulai menemukan kandungan skincare yang lebih cocok buat kulitku.

Yaitu... Ceramide.

Sebelumnya aku pernah mencoba skincare dengan kandungan niacinamide dan vitamin C, tapi entah kenapa di wajahku malah terasa kurang cocok.

Kulit jadi seperti gradakan dan teksturnya terasa jadi lebih kasar.

Wkwkwk.

Akhirnya sekarang aku lebih memilih kandungan yang sudah terasa cocok di kulitku, salah satunya ceramide.

Kalau pakai produk dengan ceramide, kulit wajahku rasanya lebih nyaman dan adem.

Jadi sekarang aku lebih suka skincare yang fokus menjaga dan merawat skin barrier daripada terlalu banyak mencoba bahan aktif macam-macam.

Tentunya pengalaman kulit tiap orang bisa berbeda, ya.

Yang cocok di aku belum tentu cocok juga di kulitmu.

Tapi setelah menemukan bahan yang terasa cocok, aku jadi lebih nyaman untuk stick dengan yang sudah cocok daripada terus-terusan coba-coba.

Kalau sudah cocok, ngapain cari masalah lagi? 😂

Bonusnya, Kulit Terlihat Lebih Cerah dan Bersih

Setelah rutin menggunakan sunscreen, aku juga merasa kulit jadi lebih terjaga dan terlihat lebih cerah.

Dan yang kumaksud dengan “cerah” di sini bukan berarti jadi putih.

Lebih ke kulit yang terlihat lebih fresh, bersih, dan nggak kusam.

Aku sendiri merasa perubahan itu cukup terasa setelah mulai rutin menggunakan sunscreen.

Tapi sebenarnya aku nggak menganggap sunscreen sebagai produk untuk “memutihkan” kulit.

Lebih ke arah mencegah kulit terus-terusan terpapar sinar UV, sehingga kulit nggak gampang mengalami tanning dan kerusakan akibat paparan matahari.

Apalagi kalau sunscreen dipadukan dengan moisturizer yang cocok.

Gacor deh pokoknya. 😂

Jadi, Sunscreen Itu Penting Nggak?

Kalau dulu ada yang bilang,

“Pakai sunscreen dong!”

mungkin reaksiku cuma,

“Iya, nanti...”

Dan “nanti”-nya bisa bertahun-tahun.

Wkwkwk.

Sekarang setelah mulai rutin pakai sunscreen dan merasakan sendiri bedanya ketika kulit terpapar matahari, aku justru baru sadar:

Oh, ternyata sepenting itu.

Nggak harus langsung mencari sunscreen yang mahal atau SPF setinggi mungkin.

Menurutku, yang lebih penting adalah menemukan sunscreen yang nyaman dipakai, cocok dengan kulit, dan yang paling penting: benar-benar mau kita pakai secara rutin.

Karena sunscreen terbaik pada akhirnya bukan cuma yang kandungannya bagus atau harganya mahal.

Tapi yang mau kita pakai setiap hari.

Dan kalau ternyata sunscreen yang cocok itu harganya masih ramah di kantong?

Ya makin gacor. 😎

Jadi buat kamu yang selama ini masih seperti aku dulu—yang merasa,

“Ah, nggak perlu sunscreen kali...”

mungkin sekarang saatnya mulai mencoba.

Apalagi kalau belakangan ini kamu juga merasa matahari makin menyengat.

Karena kalau kulit sudah mulai terasa cekit-cekit kena matahari seperti yang kurasakan sekarang...

Mungkin itu saatnya berhenti pura-pura kuat.

Wkwkwk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar