Eksperimen Bubur Jagung Lagi π½
Setelah sebelumnya bikin Bubur Jagung Ala Hyull pakai tepung pati garut, kali ini aku bikin lagi versi lainnya.
Resep sebelumnya di artikel ini: Resep Bubur Jagung Ala Hyull: No Gula-Gula, Manisnya dari Jagung, SKM, dan Madu
Bedanya, kali ini jagungnya ditumbuk dulu sebelum direbus, lalu untuk pengentalnya aku pakai campuran tepung maizena dan tepung terigu.
Dan ternyata...
Maizena lebih manjur alias lebih bikin bubur kental! π
Saking manjur-nya, aku malah harus menambahkan air lagi karena buburnya jadi terlalu kental.
Alhasil, setelah ditambah air, jagungnya malah kelihatan nggak sebanyak sebelumnya.
Wkwkwk... beginilah kalau resep Ala Hyull sambil eksperimen. π€£
Bahan
- 3 buah jagung manis, sudah dipipil
- 2–4 lembar daun pandan
- Air secukupnya
- 2 sdm tepung maizena
- 1 sdm tepung terigu
- SKM putih secukupnya
- Madu secukupnya
⚠️Catatan: Di percobaan kali ini aku sebenarnya pakai 3 sdm maizena + 1 sdm terigu, tapi ternyata terlalu kental. Jadi untuk resep yang aku rekomendasikan, cukup 2 sdm maizena + 1 sdm terigu untuk 3 buah jagung.
Cara Membuat
- Jagung yang sudah dipipil ditumbuk terlebih dahulu. Nggak perlu sampai halus, cukup sampai jagungnya pecah dan teksturnya sedikit lebih lembut.
- Masukkan jagung tumbuk ke dalam panci.
- Tambahkan air secukupnya, kira-kira sampai setinggi jagung.
- Masukkan daun pandan, lalu rebus dengan api sedang sampai jagung matang dan empuk. Aku merebusnya sekitar 15 menit.
- Sambil menunggu jagung matang, campurkan maizena, tepung terigu, SKM putih, madu, dan air di wadah terpisah. Aduk sampai rata dan tidak menggumpal.
- Tuangkan larutan tepung ke dalam rebusan jagung sambil terus diaduk.
- Masak dengan api kecil sampai bubur mengental dan mendidih.
- Kalau terlalu kental, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan.
- Matikan api dan sajikan. π½
Ternyata Jagungnya Lebih Enak Ditumbuk!
Nah, ini bagian yang paling aku suka dari eksperimen kali ini.
Aku sudah mencoba bubur jagung dengan tiga cara mengolah jagung:
π½ Jagung utuh
Hasilnya masih sangat crunchy. Buatku malah terlalu crunchy untuk ukuran bubur.
π½ Jagung diblender
Teksturnya jadi super lembut dan menyatu, tapi sensasi jagungnya jadi hilang.
π½ Jagung ditumbuk
Nah, ini favoritku! π
Saat ditumbuk, jagungnya jadi lebih banyak mengeluarkan air atau sari jagung dibandingkan saat masih utuh ataupun diblender. Jagungnya jadi terasa lebih berair dan sebagian teksturnya mulai lembek, tapi masih ada beberapa butir jagung yang tetap utuh.
Nah, kombinasi inilah yang ternyata paling aku suka. π
Dibandingkan jagung utuh yang terlalu crunchy, atau jagung yang diblender sampai terlalu lembut, jagung tumbuk punya tekstur yang menurutku paling pas: lebih juicy, lembut di beberapa bagian, tapi masih ada jagung yang bisa dikunyah.
Jadi menurutku:
Nggak terlalu crunchy, nggak terlalu lembut. Pas! ✨
Maizena Ternyata Lebih Nendang
Kalau dibandingkan dengan versi sebelumnya yang menggunakan tepung pati garut, kali ini aku cukup kaget dengan hasil maizena.
Aku pakai 3 sdm maizena + 1 sdm terigu, dan ternyata buburnya langsung jadi jauh lebih kental.
Awalnya kupikir bakal pas-pas saja.
Ternyata...
Kental banget. π€£
Akhirnya aku tambahkan air lagi supaya teksturnya lebih nyaman dimakan.
Makanya, setelah eksperimen ini, aku lebih merekomendasikan 2 sdm maizena + 1 sdm terigu untuk 3 buah jagung.
Kalau ternyata masih kurang kental, lebih baik tambahkan sedikit demi sedikit daripada langsung kebanyakan.
⚠️ Catatan Penting Ala Hyull
Jangan ikuti takaran 3 sdm maizenaku kalau nggak mau berakhir menambahkan air seperti aku. π
Untuk 3 buah jagung, 2 sdm maizena + 1 sdm terigu sudah cukup untuk menghasilkan bubur yang kental.
Air juga nggak perlu langsung ditambahkan banyak. Sesuaikan saja sambil melihat teksturnya.
Kalau terlalu kental → tambah air sedikit-sedikit.
Kalau kurang kental → bisa tambahkan sedikit larutan maizena.
Karena ternyata maizena memang lebih ampuh mengentalkan dibanding versi pati garut yang sebelumnya aku coba.
Jadi, Versi Mana yang Lebih Aku Suka?
Kalau soal tekstur jagung, aku jelas lebih suka versi ditumbuk.
Dan setelah mencoba beberapa cara, menurutku urutannya:
Ditumbuk ⭐⭐⭐⭐⭐→ juicy/lebih berair + lembut + masih ada butiran yang bisa dikunyah
Utuh ⭐⭐⭐⭐ → crunchy banget, tapi agak terlalu crunchy untuk bubur
Diblender ⭐⭐⭐ → terlalu lembut, sensasi mengunyahnya hilang
Untuk pengental, maizena juga ternyata bekerja lebih cepat dan menghasilkan bubur yang lebih kental.
Tapi karena ini Resep Ala Hyull, sebenarnya nggak ada aturan mutlak. Mau jagungnya diblender, ditumbuk, atau dibiarkan utuh, semuanya kembali ke selera masing-masing.
Yang penting jangan sampai kejadian bubur jagung terlalu kental gara-gara kebanyakan maizena seperti eksperimenku kali ini. Wkwkwk. π
Ternyata dari bikin bubur jagung berkali-kali, aku malah menemukan satu kombinasi favorit:
jagung ditumbuk + maizena secukupnya = tekstur bubur jagung yang paling pas menurutku. π½
Namanya juga Bubur Jagung Ala Hyull.
Suka-suka, coba-coba, lalu ketemu versi yang paling cocok! ππ
Kalau kalian sendiri, lebih suka tekstur jagung yang mana nih?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar