Translate

Kumpulan Hal-hal yang Menarik..... Menurut si Owner Web ^_^

Kamis, November 05, 2026

Aku Ingin Utuh

Sekedar Jendela Kecil Tentang Apa yang Aku Rasakan

Hey, yo...

Aku tahu ini egois, tapi aku nggak bisa menahan keinginan ini.

Aku tahu kalau menginginkan pasangan yang bisa “mengutuhkan” diriku itu terdengar egois. Aku tahu sangat sedikit orang yang berasal dari keluarga yang benar-benar cemara. Aku tahu, aku sadar, aku menyadari semua itu.

Tapi, kesadaran itu juga nggak bisa menghentikan keinginanku untuk memiliki pasangan yang utuh, karena aku ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi utuh.

Aku ingin rasanya disayangi tanpa syarat. Dipuji atas segala hal yang kulakukan, bahkan untuk hal-hal yang sangat kecil. Aku ingin dipahami tanpa harus selalu dipaksa untuk memahami balik.

Aku tahu ini sangat egois. IYA, AKU TAHU INI EGOIS. Aku benar-benar tahu.

Tapi, aku sangat menginginkan semua itu.

Aku tahu usiaku tak lagi muda. Bahkan, pilihan yang kumiliki juga terbatas. Namun, hati kecilku masih sangat menginginkan semua itu.

Aku sadar ini egois. Aku sadar ini serakah. Tapi, aku bisa apa? Apa aku harus terus mengalah pada keadaan?

Aku capek. Aku lelah dengan semua ini.

Sering kali aku ingin marah. Aku ingin pergi. Aku juga sering menangis diam-diam. Oke, aku hampir nggak pernah menangis di depan orang lain. Hanya ketika sendirianlah aku bisa menangis.

Di depan orang lain? Aku akan pretend to be okay.

Tapi, aku sudah capek.

Bisakah aku bertemu dengan seseorang yang bisa menyembuhkanku?

Aku tahu pertanyaan ini egois. Aku tahu ini akan menyusahkan pasanganku kelak. Aku takut. Aku takut kalau aku nggak diterima ketika pasanganku tahu bahwa sebenarnya aku nggak utuh. Bahwa ternyata aku bukan orang yang kuat. Bahwa aku bukan orang yang selalu ceria. Bahwa aku ternyata sering ngambek.

Aku takut ditolak.

Aku nggak mau sekadar menerima apa adanya juga, karena bahkan diriku sendiri pun belum bisa menerima diriku yang seperti ini.

Aku capek merasa capek. Aku muak merasa muak. Aku nggak tahu apa yang sebenarnya kuinginkan. Aku bahkan sering kebingungan dengan diriku sendiri.

Apa maunya?

Adakah seseorang yang bisa menerimaku? Adakah seseorang yang mau membimbingku agar aku bisa menjadi lebih baik? Adakah seseorang yang mampu menuntunku menemukan apa yang sebenarnya kucari, sesuatu yang bahkan aku sendiri nggak tahu apa?

Aku muak dengan segala hal, termasuk diriku sendiri.

Aku lelah dengan semua keadaan, semua kondisi, bahkan dengan diriku sendiri.

Kenapa?

Itu adalah pertanyaan terbesar yang sangat ingin kucari jawabannya.

Kenapa apa?

Aku pun nggak tahu.

Yang kurasakan saat ini hanya dadaku yang terasa penuh. Aku ingin mengeluarkan semuanya. Aku ingin merasa lega. Tapi, aku nggak tahu caranya.

Apakah akan ada seseorang yang menerimaku? Seseorang yang mau membimbingku? Seseorang yang bisa menerima diriku sekaligus membantuku upgrade menjadi versi diriku yang lebih baik?

Tapi, apa syaratnya? Bagaimana cara menemukan pasangan seperti itu?

Aku nggak tahu. Nggak ada yang memberitahuku.

Aku sadar kalau ada beberapa hal yang masih belum kupahami. Aku cukup bodoh di beberapa hal. Aku belajar hampir selalu sendirian, mencari tahu semuanya sendiri. Hampir nggak ada yang membimbingku.

Bahkan, aku belajar mengelola emosi sendirian. Aku belajar mengenali emosiku sendiri tanpa tahu apakah yang kulakukan sudah benar atau belum.

Sering kali aku kebingungan. Sering kali aku nggak tahu apa yang sedang kurasakan. Aku bahkan nggak tahu bagaimana rasanya cinta yang sebenarnya.

Nggak ada yang mencontohkan.

Aku belajar hampir semuanya dari film, anime, komik, dan novel.

Pengalaman nyata? Nol besar!

Aku lelah.

Aku ingin bimbingan.

Aku ingin utuh.

Pretend to be Okay


Tidak ada komentar:

Posting Komentar