Kumpulan Hal-hal yang Menarik..... Menurut si Owner Web ^_^
Tampilkan postingan dengan label Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romance. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 04, 2016

Kesetiaan Cinta (one shoot story)



Original story by >> Hyull

Tentang sebuah kesetiaan, hati yang beku.

Cast :
-          Zhivana Daisy
-          Rizna Lilyana Rayga
-          Zero White Devgan
-          Zhoumy Black Devgan

---------ENJOY THE STORY-----------

Seperti biasanya, pukul 06.00 aku harus sudah sampai di kampus. Aku Zhi, mahasiswi di Fantastic Farmation Academy. Sebuah sekolah kesehatan elit di kota tempat tinggal ku. Aku mengambil jurusan Farmasi, tentu saja karena yang diunggulkan disini adalah jurusan farmasi nya. Disini aku bertemu dengan teman-teman yang sangat baik, walau tentunya ada yang tidak baik juga.
“Wahh, gawat sudah pukul 06.00, aku harus cepatsampai kelas sebelum dosen menyebalkan itu duluan sampai kelas. Kalau tidak aku bisa dihukum lagi nihh.” Kataku sambil berlari di koridor kampus menuju kelas. “Ahh, untung dosen menyebalkan itu belu sampai.” Ucap ku lega.
“Hehh, terlambat lagi?! Udah ngerjain tugas kemarin belum?” tegur Rizna, sahabat baik ku.
“Hah, tugas apaan? Koq aku nggak dikasih tau sihh?” jawab ku agak menyebalkan.
“Tugas makalah yang dikasih minggu kemarin, masa lupa? Hati-hati lhoo, dihukum lagi derita Lu! Hahahahaaa” ancam Rizna.
“Ahh, bodo’. Aku kan bisa ngeles, kalaupu dihukum paling disuruh keluar kelas. Nggak masalah lah, udah biasa.” Kakat ku menggampangkan.
“Dasar gila!” timpal Rizna.
“Pagi anak-anak?!. Kumpulkan tugas yang saya beri minggu lalu.” Kata dosen itu tanpa basa-basi. Semua mahasiswa pun buru-buru mengumpulkannya. “Zhi, apa kamu lupa lagi, atau tugasnya ketinggalan?” sindir dosen tersebut pada ku.
“Oh, tidak pak Arga. Kali ini tugas saya terbang terbawa angin angin dan jatuh ke got Pak. Dan sekarang sudah hancur tak tersisa lagi. Gimana Pak?” kata ku dengan pura-pura menyesal.
“Ya...ya.. tak ap. Tapi kamu keluar dari kelas saya sekarang dan jangan ikuti kelas saya hari ini!” bentak nya.
“Ya sudah. Aku pergi, dahhh....”  aku memang selalu bersikap santai saat menghadapi Pak Arga yang menurut kami seperti monster itu. Saat dihukum seperti ini, aku selalu duduk-duduk di taman sambil membaca novel atau komik yang aku bawa. Tak terasa aku melamun kan seseorang. Seseorang yang sangat special untukku.
“Dorrr!!!”
Ternyata Rizna mengagetkan ku. “Kenapa?” tanya nya. “Ngelamunin Zhoumy ? ehh, by the way, gimana kabar dia sekarang? Makin ganteng atau malah makin jelek? Hahahahaa....” ledek nya.
“ngawur! Pastinya makin ganteng dongzz. Jadi kangen nih. Kapan ya dia kembali?” jawab ku jadi galau.
“Kangen? Emangnya kamu ngga pernah telponan lagi sama dia? Jagan-jangan dia punya cewek lain lagi di Jerman sana?”
“Ngga mungkin lah. Memang sihh, akhir-akhir ini aku dan dia udah ngga pernah telponan lagi. Tapi sms-an! Dia ngga pernah telpon aku, tapi kalau aku yang telpon selalu ngga diangkat. Selalu ada aja alesannya.”
“Tuh kan, apa ku bilang!”
“Tapi dia ngga mungkin ninggalin aku gitu aja!”
Suasana pun sunyi sejenak hingga bel masuk berbunyi, kami pun berjalan ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Di kelas, aku masih memikirkan apa yang dikatakan Rizna tadi hingga aku tidak mendengar bel pulang berbunyi.
“Hey! Masih ngelamun aja. Ayo pulang. Kamu mau nginep disini?” kata Rizna sambil memukul meja.
“iya, iya, ayo.”
“Aku nebeng ya? Boleh dong?!” kata Rizna.

Saat aku dan Rizna sampai di tempat parkir, aku melihat seorang laki-laki yang duduk menyandar di motor ku. Dan siapa dia? Ternyata dia ..........
“Zhoumy!” teriak ku sambil berlari memeluknya. “Aku merindukannya. Kapan kau sampai? Dengan siapa kau pulang? Kenapa tidak bilang pada ku?”
“Kalau tanya satu-satu dong. Aku baru sampai, sendirian dan aku ingin membuat kejutan untuk mu. Mau tanya apa lagi?” tanya nya menantang.
“Kau sudah 3 tahun pergi. Beberapa bulan ini tak ada kabar kenapa?”
“HP ku hilang dan nomormu ada didalam nya. Jadi aku tak bisa menghubungi mu.” Jelasnya.
“Bukannya kau hafal nomor ku?!” tanya ku heran.
“Hey, siapa dibelakangmu?” tanya Zhoumy.
“Oh, dia Rizna. Kau lupa dengannya?” tanya ku heran. “Bukannya kau sangat akrab dengan nya?”
“A..aku sudah lupa wajah nya karena aku selalu terbayang kamu. Kau tau itu kan?!” jawab nya gugup.
“Hai Zhoumy, baru datang ya? Bagaimana kabrmua?” tanya Rizna.
“Aku baik, kau sendiri?” jawab nya sambil tersenyum.
“Ya aku pun begitu. Penampilan mu sedikit berubah ya. Rambut mu berdiri sekarang.” Canda Rizna.
“Oh, ya. Perasaan mu saja mungkin.”
“Udah lah, ngga penting tentang penampilan. Pulang yuk, udah sore nih.” Pinta ku manja.
“Oke, aku yang depan ya” jawab Zhoumy.
“Memang kamu kesini naik apa?” tanya ku.
“Mobil.”
“Lalu..” mata ku melihat Rizna.
“Rizna bisa naik menyetir. Ya kan?” jawan Zhoumy sambil melempar kunci mobilnya ke Rizna.
“Ya, biar aku yang bawa.”

----- o0o -----

Setelah beberapa saat kami pun sampai di rumah ku. Aneh nya Zhoumy yang biasanya selalu mampir walau hanya beberapa menit, langsung pulang. Tappi aku berfikir positive kalau dia harus mengantar Rizna.

-----o0o-----

Disisi lain, saat Zhoumy sudah sampai di rumah Rizna, Rizna mengajak Zoumy masuk ke rumah dan menyilakan Zhoumy duduk.
“We are best friend!” ucap Rizna tiba-tiba.
“Hemm, kita memang teman bukan.”  Kata Zhoumy ragu.
“Kau lupa itu? Seharusnya kalau aku katakan itu, kau harus jawab for past, now, and forever. Kau lupa hal itu?”
“Oh, ya. Maaf. Aku lupa itu. Aku terlalu lama di Jerman hingga melupakan hal itu.”
“Jangan bohong. Aku sangat mengenal Zhoumy. Dia tidak akan melupakan teman-temannya. Apalagi aku, temannya sejak SMP, Rizna Lilyana Rayga!”
“Apa?! Kau teman Zhoumy sejak SMP!?”
“Kenapa kau kaget?” tanya Rizna sinis.
“No, no. Aku tidak kaget.”
“Siapa kamu sebenarnya? Jawab juru! Dan jelaskan siapa yang ada dii foto ini.” Tanya Rizna sambil melemparkan sebuah foto ke wajah laki-laki tersebut. Foto dua laki-laki berusia sekitar 7 tahun dan mereka sangat mirip yang Rizna temukan di dashboard mobil saat perjalanan ke rumah Zhi.
“Hemmm.. ternyata aku tidak bisa membohongi mu.” Jawabnya sambil menghela nafas. “Baiklah, kuceritakan siapa aku. Tapi jangan kaget dan jangan marah ya.”
“Yah, entah lah. Kita lihat nanti.”
“Aku Zero adik kembar Zhoumy. Sejak lulus SD aku sudah pindah ke Amerika. Dan kau tau kenapa aku menggantikan Zhoumy?” kata nya sambil tersenyum.
“Tentu saja tidak! Ceritakan lagi!” perintah Rizna.
“Okay, aku menggantikan Zhoumy karen hal ini adalah wasiat terakhirnya.”
“Apa!? Apa maksudmu dengan wasiat terakhir? Apa yang terjadi pada Zhoumy?”
“Saat Zhoumy mengatakan harus kuliah ke Jerman, sebenarnya dia pergi ke Amerika untuk operasi kanker otak nya. Malangnya kanker itu sudah menjalar  ke jantung, paru-paru dan hati nya. Lalu dia .. kau tau kan?”
“Lalu kenapa kau harus menggantikan posisinya?” tanya Rizna yang tak bisa membendung lagi air mata nya.
“Sebelum operasi di mulai, dia memintaku untuk menggantikan posisi nya saaat operasi itu gagal. Dan sekarang inilah yang terjadi.”
“Kenapa Zhoumy tidak menceritakan hal itu? Dan harusnya kau tidak meembohongi Zhi! Kalau saja kau tau betapa sulitnya Zhoumy meluluhkan hati Zhi sejak awal SMA dan harus mengalami penolakan berkali-kali. Zhoumy baru bisa meluluhkan hati Zhi saat Zhi menjadi mahasiswi semeter 3 di akademy.”
“Aku tau itu. Zhoumy sudah banyak menceritakan tentang dia dan Zhi.” Ungkap Zero datar.
“Lalu bagaimana?”
“Bagaimana apanya?”
“Tentang Zhi?”
“Ohh, emm, dia cantaik, manis, baik.”
“Bukan itu maksud ku. Kau tidak bisa terus membohongi Zhi. Dia harus tau yang sebenarnya. “
“Aku tau. Aku akan menceritakan yang sebenarnya setelah dia siap.”
“Sejak kapan kamu menjadi Zhoumy?”
“Sejak Zhoumy koma. Kira-kira 8 bulanlalu. Dan sekarang dia sudah meninggal 2 minggu yang lalu.”
Prang!!
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari depan pintu.
“Zhi!” teriak Zero dan Rizna bebarengan.
Ternyata suara tersebut berasal dari helm Zhi yang terjatuh. Zhi terdiam kaget dan lemas, air mata nya menetes.
“Sejak kapan kau disini? Kau mendengar pembicaraan kami?” tanya Rizna.
“Apa benar semua itu? Kau bukan Zhoumy? Kenapa kau membohongiku?” tanya ku dengan marah dan sedih.
“Zhi, tenang kan dirimu dan dengarkan aku.” Pinta Zhoumy sambil membawa ku ke tempat duduk.
“Zhi, katakan padaku apa saja yang sudah kau dengar.” Pinta Rizna lembut.
“Semuanya!” jawab ku sambil terisak. “Kenapa kau tidak menceritakan hal ini pada ku?” teriak ku pada Zero.
“Karena Zoumy tidak mnginginkan hal ini terjadi. Dia tidak ingi kau sedih dan menangis. Dia memaksaku untuk menjadi dia dan membuat mu bahagia.” Balas Zero.
“Lalu kenpa kau harus mau? Kenapa kau tidak menolaknya saja?” tanyaku sambill terisak.
“Maaf kan aku. Karna aku pun bingung dengan apa yang harus ku lakukan. Sekali lagi maafkan aku.” Ucap Zero dengan penih sesal.
“Sudahlah.” Jawabku lalu berlari pulang.

--------o0o--------

Setelah sampai di rumah, aku langsung menuju ke kamar. Aku terus menangis. Aku tidak kuliah selama 7 hari. Saat aku mulai kuliah di akademy, ternyata aku ditungggu oleh Zero. Dia sudah berada di depan kelas ku. Dia menahan ku masuk kelas.
“Untuk apa kau kesini?” tanya ku ketus.
“Tolong mengertilah aku dan Zhoumy. Dia hanya ingin membuatmu bahagia. Dan kumohon jangan seperti ini. Karena hal ini akan mengganggu Zhoumy disana.”
“Apa pedulimu!” bentakku.
“Aku peduli padamu.” Jawabnya dengan memegang kedua lengan ku. “Karna aku menyayangimu. Sejak kita sering berkirim pesan dalam 8 bulan ini. Dan walaupun kita baru saja bertemu. Aku tak berharap kau melupakan Zhoumy, karena aku tau Zhoumy tidak akan pernah tergantikan. Bahkan oleh ku sekali pun.”
Aku pun terdiam kaget. Aku tak tau apa yang harus ku lakukan.
“Kau tak bisa seperti itu!” kata ku tegas lalu meninggalkannya karena dosen ku sudah datang.

---------o0o---------

Akhirnya pelajaran berakhir dan aku pun pulang. Tapi di tempat parkir Zero dan Rizna menungguku.
“Rizna, untuk apa kau bersamanya?” kata ku.
“Zhi, kau pun harus mengerti dia. Kau tak bisa seperti ini. Dan Zhoumy, dia ingin adiknya menggantikannya berada disisimu. Dia ingin kau bahagia.” Jelas Rizna.
“Okey, aku tau itu. Tapi tak akan ada yang bisa menggantikan posisi Zhoumy dihati ku karena dia tak akan pernah terganti!”
“Bagaimana kalau aku bisa mencairkan hatimu? Bagaimana kalau aku bisa menggantikan Zhoumy dihatimu? Apa kau akan menerimaku?” tanya Zero.
“Tak akan pernah. Karna hanya Zhoumy satu-satunya orang bisa.”
“Setidaknya berilah aku kesempatan dan maafkan aku. Please! Aku akan lakukan apa yang dilakukan Zhoumy untuk menaklukkan mu.” Janji Zero.
“Baik. Aku memaafkan mu. Tapi jangan meminta lebih dari ini.” Jawabku.
“beneran nih? Kamu kan membuka lagi hati mu?” ucap Rizna tak percaya.
“Mungkin.” Jawabku tak yakin.
“Kalau begitu, berjuanglah Zero. Aku akan selalu mendukungmu. Jangan pernah menyerah. Semangat!” kata Rizna.
Akhirnya aku dan Rizna pulang. Begitu pula Zero.
Setelah kejadian itu, Zero tak pernah lelah mengejarku. Mengatakan cinta, memberiku hadiah serta kejutan manis. Hampir sama dengan apa yang dilakukan Zhoumy dulu. Hingga aku kewalahan menghadapinya.
Disela-sela hal tersebut, aku selalu teringat Zhoumy.  Mengingat hal-hal yang dia lakukan hingga membuatku jatuh padanya.
Lima tahun pun berlalu. Aku mulai menerima Zero. Hingga saat ulang tahun ku ke-26 dia menyatakan cintanya padaku untuk kesekian kalinya di depan semua orang yang ada di pesta ku. Termasuk didalam nya kedua orangtuaku, keluargaku, dan Rizna tentunya. Hal itu membuat ku tak berkutik, kemudian menerimanya. Orang-orang bersorak saat aku mengatakan “Ya.” Aku dan Zero pun menjalin hubungan seperti saat aku bersama Zhoumy. Bukan berarti aku menganggap Zero pengganti Zhoumy. Seperti yang pernah kukatakan, Zhoumy tidak pernah terganti. Zhoumy adalah hal terindah yang pernah kumiliki, sedangkan Zero adalah masa depan terindah yang bersamaku.
Tak lupa Rizna, sahabat terbaikku itu pun turut berbahagia untukku dan Zero. Selain itu juga karena dia sudah mendapatkan pasangan saat pesta ku berlangsung yang ternyata sudah lama disukainya.
Ya, itu adalah momen terindah yang pernah kumiliki selain saat aku bersama Zhoumy.
--------END---------

Selasa, November 22, 2016

Cerita Hati Hyull (full part)


hai semua, setelah sekian lama Hyull gx posting
 sekarang Hyull persembahkan cerita pertama Hyull.

selamat menikmati ^_^
__________________________________________________________________
 

PROLOG
Hyull, perempuan 20 tahun yg naif dan baru aja menempuh pendidikan S1 nya di sebuah Sekolah Tinggi yg cukup besar dan terkenal. Hmm mungkin readers pikir cukup terlambat untuk dia melanjukan pendidikan di usia yg sudah berkepala 2, namun itulah dia. Pantang menyerah dan penuh semangat. Readers pun pasti bertanya-tanya kemana aja dia selama 2 tahun setelah kelulusan nya itu. Jawabannya, dia bekerja berusaha untuk mengmpulkan biaya sekolah nya sendiri. Dan akhirnya dia berhasil melakukannya, masuk kuliah dengan hasil jerih payah nya.
Awal kata, sudah disebutkan kalau dia adalah perempuan yg naif, dan tambahan kalau dia juga perempuan yg cukup polos serta buta akan ketertrikan pada lawan jenisnya. Bukan, bukan karena dia melenceng atau kata lain lesbi. Tapi karena sejak kecil dia diajarkan untuk selal bekerja dan fokus pada kehidupan, hingga dia tidak memikirkan lawan jenis nya.
Singkat cerita, banyak teman seangkatannya di kampus yg tidak percaya bahwa dia belum pernah merasakan  bagaimana pacaran. Great, dan itulah awal mulanya. Ini cerita bagaimana hati seorang naif meleleh dengan manis bagai marsmallow.




1st Time
Tidak terasa sudah hampir 3 minggu Hyull menjadi mahasiswa. Saat ini mata kuliah Manajemen yang sangat Hyull benci. Bukan apa-apa, dia memang tidak terlau suka dengan teori.
“Permisi” tiba-tiba ada interupsi dari seseorang yang Hyull tau itu dari bagian administrasi. Entah apa yg dibicarakan nya dengan sang dosen.
“Silakan, kamu bisa duduk di tempat yg kosong” kata sang dosen.
Tap, Hyull pun menoleh pada sang dosen. Dan tanpa sadar mulutnya terbuka dan matanya terpaku pada satu sosok yg berada di dekat sang dosen. Hyull merasa ada bunga-bunga berterbangan di sekitar tubuhnya.
Akhirnya, 3 SKS pun terlewati dengan Hyull yang masih tetap pada posisinya terpaku pada si orang baru.
“Fre, aku suka sama orang dehh” katanya tiba-tiba.
“Haaa?! Siapa?” tanya Freya, sahabat Hyull sejak awal dia kuliah.
“Orang itu, Fre. Yang tadi baru masuk, cakep banget.” Kata Hyull dengan nada memuja layaknya seorang fansgirl.
“ohh, mas-mas yang itu. Yakin kamu suka? Besok deh aku kenalin. Mau kontak nya gak, ku mintain dehh tenang aja.” Kata Freya.
“Heh, kenapa nih? Ada apa?” kata Neina yang tiba-tiba nimbrung di tengah percakapan Hyull dan Freya.
“Apa sih! Nyaut-nyaut aja. Kepo dehh.” Kata Hyull dengan bercanda.
“Boleh dong.” Jawab Neina dengan senyum. “Tadi denger-denger ada yang lagi suka dehh. Siapa yaa??” tanya Neina dengan main-main.
“Udah lah, gak usah dibahas. Besok aku kenalan sendiri. Kalau ketemu lagi dan ada kesempatan nya. Hehehee.” Jawab Hyull. “Pulang yukk.” Ajak nya.
“Oke. Besok aku bantu deh buat kenalan. Aku kan paling jago kalau urusan begituan. Sekalian tak mintain kontak nya.” Jawab Neina.
“ihh, apa sih.” Kata Hyull malu-malu meong, ehh malu-malu mau :D
Dan hari ini pun diakhiri tanpa ada apa-apa yang special.



2nd Time
Di minggu berikutnya mata kuliah manajemen. Hyull, Freya, Rehan, dan Mike datang lenih dulu di mata kuliah manajemen. Dosen pun sudah ditempat.
“Lho lainnya mana?” tanya sang dosen.
“Lainnya masih ada mata kuliah lain bu, mereka 4 SKS. Kalau kami beda kelas.” Jelas Rehan. Memang ada pisah kelas untuk keempat orang tersebut dikarenakan keterbatasan laboratorium komputer untuk praktik.
“Saya sudah disini dari jam 10 lhoo, tak kira ki aku terlambat, kalian sudah nunggu dikelas.” Canda nya. “Berarti saya yg kecepatan yaa, sambil nunggu yg lain, kalian mau tanya-tanya apa saja boleh. Ayo siapa yg mau tanya”
Waktu pun terus berjalan, Hyull mulai akrab dengan si orang baru yang ternyata mahasiswa transfer bernama Richard. Di sela-sela mata kuliah yang sedang berlangsung, Hyull dan kawan-kawannya serta Richard sebagai tambahan mengobrolkan banyak hal. Hyull rasa Richard merupakan mahasiswa yang cukup cerdas, karena dia yang mengerti apa yang dijelaskan oleh Dosen daripada yang lain, termasuk Hyull sendiri. Hyull akui, dia memang idak terlalu tertarik dengan materi-materi yang mengharuskan dia menghafal. Dia lebih suka praktek dan eksak.
Kemudian hari pun berlalu, dan Hyull berpisah lagi dengan Richard nya. Upsss.



3rd time
Photo day.
Ya hari ini ada acara foto untuk kartu mahasiswa. Dan surpise, Hyull dan Richard berdua ke tempat aula, tempat berlangsung nya foto katu mahasiswa. Diramaikan oleh kawan-kawannya yang, hmmm lumayan membantu Hyull untuk ber-PeDeKaTe dengan Richard. Ukkhhh sial nya si Rehan dan mulut embernya.
“Mas, inget gx yang aku bilang ada yang mau minta kontak nya mas Richard. Hyull orangnya.” Ujarnya santai
Oh God. Hyull mati kutu didepan Richard. Tapi apalah daya sudah terlanjur basah ya nyemplung aja sekalian.
“ehh, hehehee.” Tawa Hyull kikuk.
“eh, mas, boleh minta nomor hp atau pin BB nya mas?” sambar si Kiran, kawan baik Hyull juga dari kelas sebelah.
“iya mas, boleh yaa, masa sekelas gx ada kontak nya?” sahut si Freya.
Ukkhhh sebell. Hyull malu.
“sebenernya sih aku juga mau. Tapi handphone ku ketinggalan dirumah mas. Ntar aja dehh, kapan-kapan boleh ya tukeran nomor telepon, hehee.” Sudah dibilangkan, kalau Hyull sudah terlanjur basah jadi nyemplung lah dia sekalian. Kalau dibilang malu sih pasti malu. Tapi sudah lah, kita kan teman.
Kemudian, sesi foto hampir berakhir. Saat Hyull sedang selfie sendiri karana yang lainmasih sibuk dengan urusannya masing-masing, Richard datang menghampiri Hyull. “udah kan?!” ujarnya terlihat agak cuek. “Mau foto lagi?” tawarnya.
Wahh, jarang-jarang nihh. “oke.” Jawab Hyull cepat.
Kemudian mereka pun berfoto bersama. CUMA BERDUA. Itu termasuk kemajuan menurut Hyull. Wkwkwwkkk.
Hari pun berakhir, malam nya. PING!!. Ada contact masuk baru dari akun BBM. Ternyata itu Richard. Ukhhh, girangnya Hyull saat itu. Dan parah nya, saat itu isplay picture BBM Hyull adalah foto saat mereka berdua. Akhhhhhh. Hyull berasa ingin berteriak saking malunya. Tapi sudah terlanjur. Biarlah. Pikir Hyull lagi. Daripada dikira dia ganti dispaly karna pengecut ada dia.
“PING!!!” ulalala siapa itu.
“Pelangaran yaa, pasang-pasang foto tanpa ijin :D” ya Tuhann, Richard chat ke Hyull
“boleh dong ^_^” balas Hyull dengan santai.
“Iya lah, boleh” balasnya
Kemudian chat berlangsung lagi Hyull berbagi foto-foto saat di aula. Dan selesai begitu saja dengan ucapan terimakasih dari Richard. Apalagi Hyull termasuk orang yang tidak bisa mempertahankan obrolan terlalu lama. Taukan dia itu tipe-tipe pendiam dan kalau ditanya dia akan menjawab seperlunya saja.
Hmm susah juga yaa mengakrabkan Richard dan Hyull.



 4th time
Waktu berlalu cukup lama. UTS pun berlangsung tanpa disadari. Richard dan Hyull pun semakin dekat. Namun saat UTS berlangsung mereka tidak pernah bertemu, hal ini dikarenakan mereka tidak berada di semester yang sama.
Hingga UTS berlalu, akhirnya dipertemukan lagi di perkuliahan. Richard dan Hyull terlalu malu-malu untuk mengakui perasaan masing.
Kemudian UAS pun berlangsung. Mereka hanya berkomunikasi saat ada perlu saja. Dan semester satu pun berlalu tanpa ada berkembangan apa-apa. Akhirnya, mereka tidak dipertemukan lagi dalam satu mata kuliah pun.
Hyull merasa cukup kehilangan dengan itu. Terlalu malu untuk memulai chat lebih dulu walaupunhanya mengirim kata ‘hai’. Richard tetap melakukan kegiatannya bekerja di lab sebagai analis kimia. Berkutat dengan file, data-data, dan formula-formula kimia. Tetap fokus walau kadang terbesit rasa kurang dalam dirinya.
Dan waktu pun berlalu, 3 tahun kemudian. Wisuda diadakan. Richard lulus dengan nilai yang memuaskan. Dan bagaimana dengan Hyull?? Ia melakukan perkuliahannya dan tetap bergaul dengan kawan-kawannya yang lain. Ya, dalam pikirannya pun masih terpikir bagaimana Richard. Ia sudah lulus. Apakah mereka akan dipertemukan kembali.
Yah, itulah ending dari rasa gengsi. Karna gengsi lah mereka berpisah.
END....



 

Final
5 tahun berlalu sejak Hyull lulus kuliah. Ia sekarang bekera sebagai petugas pemerintahan bagian Informasi dan Teknologi.
“Hyull hari ini kamu yang cek lapangan di kawasan sierra ya” kata bos Hyull
“Oke bos” jawab nya.
Siangnya Hyull bersiap pergi ke daerah Sierra, tak lupa dengan kawan kerja nya yang bernama Ian.
“Iaannnn, cepat” Hyull berjalan ke ruangan Ian. Klekkk, suara pintu ruangan Ian terbuka oleh Hyull. “Opss, ada tamu yaa. Maaf.” Tanpa tau diruangan Ian sedang ada tamu, Hyull berteriak seenaknya. Yah itulah Hyull. Kalau sudah nyaman dan kenal dengan seseoang maka ia akan memperlakukan orang tersebut seakan dia adalah orang yang berharga untuknya.
“Hey, Hyull kebiasaan ya. Masuk dulu sini. Kenalkan, dia juga akan membantu kita untuk cek lapangan di daerah Sierra.” Jawab Ian.
“Ohh, halo. Saya Hyull.” Kata Hyull.
Seseorang disamping Ian pun menjawab “Senang bertemu dengan mu. J . apakah saya harus membalas dengan menyebutkan nama ku dulu atau kita langsung saja kita pertemukan orang tua kita? Aku harap kamu masih memiliki rasa yang sama seperti saat kita kuliah dulu.” Ucap nya tegas.
Hyull menitikkan air mata. “Kau tak pernah mengabari ku dan sekarang seenaknya saja berkata seperti itu. Menyebalkan!” ucap Hyull.
“Maaf ” sesal nya.
“Kalian sudah saling kenal?” sela Ian dengan heran.
“Yahh, kami punya masa lalu yang cukup aneh.” Jawab Richard.

Yahh, pada akhirnya, takdirlah yang menyatukan mereka. Setidak nya rasa saling percaya dan menunggu itu diperlukan. Serta tidak lupa, sebuah keberanian yang akan merubah segalanya.

 
THE END