Pernah nggak sih kamu ngerasa hidup… tapi kosong?
Bukan sedih karena satu hal.
Bukan juga marah karena satu masalah.
Tapi rasanya di dada itu penuh. Numpuk. Sesak.
Mau dibuang… tapi nggak tahu caranya.
Kadang marah sendiri.
Sedih sendiri.
Nangis sendiri.
Ketawa sendiri.
Udah persis orang gila, kata orang.
Mau teriak… tapi bahkan nggak tahu apa yang perlu diteriakkan.
Karena masalahnya pun nggak jelas apa.
Tiba-tiba aja di dada rasanya berat.
Kayak ada yang numpuk, tapi nggak kelihatan wujudnya.
Solusinya?
Entahlah.
Kadang bahkan penyebabnya aja nggak tahu… gimana mau cari solusi?
Sering kali, rasa ingin mati itu sempat terlintas.
Bukan karena benar-benar ingin mati…
Tapi karena capek ngerasain semuanya sendirian.
Tapi bundir itu dosa.
Dan mungkin itu salah satu hal yang masih menahan kita untuk tetap hidup.
Aku pernah ingat satu ayat Qur'an yang bilang,
Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambanya.
Artinya… di mata Allah, kita ini kuat.
Tapi jujur…
Kenapa rasanya aku nggak sekuat itu?
Rasanya sepi.
Nggak ada yang benar-benar menguatkan secara fisik.
Tapi apakah kehadiran fisik itu penting?
Atau sebenarnya yang dibutuhkan itu… rasa dipahami?
Kadang muncul pertanyaan:
Apa yang salah?
Kurang bersyukur kah?
Kurang ibadah kah?
Atau memang kurang teman yang tulus?
Tapi di mana menemukan teman yang tulus itu?
Seolah Allah belum kasih.
Ada yang bilang,
Kalau nggak bisa menemukan teman yang tulus… maka jadilah teman yang tulus.
Tapi capek loh.
Selalu tulus… tapi dikhianati.
Selalu mendengar… tapi tak pernah didengar.
Selalu meluangkan waktu… tapi tak pernah diluangkan waktu.
Selalu ada saat dibutuhkan… tapi tak pernah ada saat kita butuh.
Lalu… harus bagaimana?
Mungkin jawabannya bukan langsung hilang rasa kosong itu.
Mungkin jawabannya bukan langsung menemukan orang yang tulus.
Mungkin…
Langkah pertama itu mengakui bahwa kita sedang lelah.
Bahwa kosong itu nyata.
Bahwa sesak itu bukan drama.
Bahwa perasaan ini bukan gila.
Kadang, hidup memang cuma hidup saja.
Jalan… tanpa tahu arah.
Bertahan… tanpa tahu tujuan.
Tapi mungkin…
Selama napas masih ada,
Selama hati masih bisa merasa sesak,
Itu berarti kita masih hidup.
Dan selama masih hidup…
Masih ada kemungkinan untuk pelan-pelan sembuh.
Walau entah kapan.
Untuk Kamu yang Masih Bertahan
Ganbatte — kita masih di sini, dan itu sudah berarti. 🩵💙

Tidak ada komentar:
Posting Komentar