Translate

Kumpulan Hal-hal yang Menarik..... Menurut si Owner Web ^_^

Minggu, September 27, 2026

Aku Manusia

Hanya Sebagai Pengingat

Hei, Aku Manusia.

Aku memang bisa kuat.

Aku bisa mandiri.
Aku bisa tersenyum walau hati sedang sekarat.
Aku bisa berpikir walau kepala rasanya amburadul.
Aku masih bisa bekerja walau badan terasa remuk.

Aku bisa mengurus banyak hal sendiri.
Mencari jawaban sendiri.
Mengambil keputusan sendiri.
Menyelesaikan masalah sendiri.

Tapi…

aku manusia.

Ada kalanya aku ingin menangis.
Ada kalanya aku ingin manja.
Ada kalanya aku ingin menjadi lemah.
Ada kalanya aku ingin dibujuk.

Ada kalanya aku hanya ingin seseorang berkata,

"Sudah. Sini. Kamu nggak perlu mikirin semuanya sekarang."

Bukan karena aku tidak mampu.

Aku hanya sedang lelah.


Mungkin karena aku terbiasa mandiri, orang-orang akhirnya menganggap aku selalu tahu.

Selalu punya jawaban.

Selalu bisa mencari jalan keluar.

Selalu bisa diandalkan.

Sampai kadang aku ingin bertanya,

“Kenapa semuanya harus ditanyakan kepadaku?”

Aku tidak selalu tahu.

Aku tidak selalu berhubungan dengan apa yang sedang terjadi.

Aku tidak selalu punya jawabannya.

Dan terkadang, aku bahkan tidak tahu harus bertanya kepada siapa.

Yang lebih melelahkan adalah ketika aku sudah mengatakan bahwa aku tidak tahu, tetapi rasanya tetap seperti aku yang harus mencari tahu.

Seolah-olah karena selama ini aku mampu menyelesaikan banyak hal sendiri, maka aku harus selalu mampu.

Padahal tidak.

Aku juga punya batas.


Aku juga bisa marah.

Tentu saja aku bisa.

Aku bisa kesal.
Aku bisa kecewa.
Aku bisa jengkel.

Tapi sering kali aku memilih diam.

Bukan karena aku tidak punya perasaan.

Aku hanya tahu bahwa kalau kemarahanku dikeluarkan, mungkin akan muncul masalah lain.

Jadi aku telan.

Amarah kutelan.
Kesal kutelan.
Kecewa kutelan.

Lalu aku kembali bersikap seperti biasa.

Tersenyum.

Menjawab.

Mengurus.

Melanjutkan hidup.

Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Padahal sebenarnya aku sedang kelelahan.


Dan aku tidak selalu punya jawaban atas setiap masalah.

Aku manusia.

Aku bisa bingung.

Aku bisa buntu.

Aku bisa tidak tahu harus bagaimana.

Ada masalah yang belum bisa kuselesaikan hari ini.

Ada pertanyaan yang belum bisa kujawab.

Ada keadaan yang bahkan belum mampu kupahami sepenuhnya.

Dan itu tidak membuatku bodoh.

Tidak membuatku gagal.

Tidak membuatku lemah.

Aku hanya manusia yang punya keterbatasan.

Aku tidak harus selalu menjadi orang yang paling tahu.

Aku tidak harus selalu menjadi orang yang punya solusi.

Aku tidak harus selalu menjadi orang yang menyelesaikan semuanya.


Ada kalanya aku ingin dipeluk.

Bukan untuk diberi nasihat.

Bukan untuk ditanya, “Terus sekarang harus bagaimana?”

Aku cuma ingin dipeluk.

Ditepuk-tepuk pelan.

Tanpa harus melakukan apa pun.

Tanpa harus memikirkan apa pun.

Untuk beberapa saat, aku ingin berhenti menjadi orang yang harus mengurus semuanya.

Aku ingin menangis tanpa harus menjelaskan kenapa.

Aku ingin diam tanpa dianggap sedang bermasalah.

Aku ingin manja tanpa merasa bersalah.

Aku ingin dibujuk.

Aku ingin ada seseorang yang berkata,

“Sudah… kamu capek, ya?”

Lalu tidak meminta apa-apa lagi dariku.


Mungkin selama ini orang melihatku sebagai seseorang yang kuat.

Dan mungkin memang benar.

Aku kuat.

Aku mandiri.

Aku bisa melewati banyak hal.

Tapi tolong, jangan jadikan kemampuanku untuk bertahan sebagai alasan untuk menganggapku tidak membutuhkan siapa-siapa.

Karena aku tetap manusia.

Aku bisa lelah.
Aku bisa menangis.
Aku bisa marah.
Aku bisa cerewet.
Aku bisa bingung.
Aku bisa tidak punya jawaban.
Aku bisa ingin dimanja.
Aku bisa ingin dibujuk.
Aku bisa ingin dipeluk.

Aku bisa kuat sekaligus ingin ditolong.

Aku bisa mandiri sekaligus ingin memiliki seseorang yang bisa kujadikan tempat bersandar.

Dua hal itu tidak bertentangan.

Karena menjadi kuat tidak menghapus kebutuhanku untuk disayangi.


Hei, aku manusia.

Aku bukan mesin pemecah masalah.

Aku bukan pusat informasi.

Aku bukan seseorang yang harus selalu tahu harus berbuat apa.

Aku bukan orang yang harus selalu baik-baik saja hanya karena selama ini aku terlihat mampu.

Aku manusia.

Dan sebagai manusia, ada waktunya aku kuat.

Ada waktunya aku jatuh.

Ada waktunya aku berpikir.

Ada waktunya aku tidak tahu.

Ada waktunya aku tertawa.

Ada waktunya aku menangis.

Dan ada waktunya…

aku hanya ingin dipeluk.

Tanpa harus menjelaskan apa-apa.

Tanpa harus menyelesaikan apa-apa.

Tanpa harus menjadi kuat.

Karena aku manusia.

Dan mungkin, untuk sekali ini, itu sudah cukup.

💙

Tidak ada komentar:

Posting Komentar